Buku ini merupakan terjemahan dari Kitab Al-Sab’iyyaat fiy mawaa’idlil-barriyyaat, yang bila diindonesiakan berarti Misteri Angka Tujuh. Kitab tersebut karya Abu Nashr Al-Hamdani, seorang Ulama Besar dari Negeri Yaman yang mengupas tuntas tentang ilmu yang sangat bermanfaat bagi manusia yang berkenaan dengan makhluk-makhluk Allah di muka bumi ini.
Sebenarnya A-Hamdani adalah nama suatu daerah di Yaman, yang diambil dari nama kakek mereka yang bernama Al-Hamdan. Perlu diketahui dari tanah Al-Hamdani tersebut telah melahirkan banyak ‘Ulama’ dan tokoh besar diantaranya adalah :
1. Abu Ishaq Al- Hamdani, Tokoh Muhadditsiin (Ahli Hadits) yang tidak lain adalah murid dari Aswad bin Yazid. Beliau ini adalah murid langsung dari istri Nabi Besar Muhammad , yaitu A’isyah رضي الله عنها yang namanya juga ditulis dalam Sunan Abi Dawud sebagai rijal atau isnad atau sebagi silsilah guru.
2. Ahmad bin Sa’id Al-Hamdani yaitu guru dari penyusun Kitab Hadits Sunan Abi Dawud.
3. Raja Romawi Kurasy (Cirus) juga berasal dari Al-Hamdani.
Kitab ini sangat masyhur dikalangan Ulama’ dan telah dicetak di Bairut kemudian disebarkan ke seluruh dunia. Walaupun kitabnya belum diharakati (gundul), namun tetap saja dicari oleh para ulama, da'i dan santri. Hal ini disebabkan didalamnya terdapat khazanah ilmu yang padat lagi sarat nasihat. Oleh karenanya meskipun telah berkali-kali dicetak, tetap saja kitab ini diburu para pecinta ilmu. Agar orang-orang yang awam mengenai riwayat-riwayat dha’ifat maupun riwayat–riwayat maudhu’at isra’iliyat tidak salah pengetrapan, maka saya (penerjemah) menambahkan catatan-catatan yang dianggap perlu.
Kitab Al-Sab'iyyaat fiy mawaa'idlil-barriyyaat ini ditulis didalam hasyiyyah (catatan pinggir) dari Kitab Majalisul-Sunniyyah, buah karya Nawawi Al-Bantani.
حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Abu Nashr Al-Hamdani berkata :
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah yang Kadrat-Nya sangat dahsyat, kalimat-Nya sangat luhur dan nikmat-Nya bertebaran serta anugrah-Nya berhamburan, telah menghiasi segala sesuatu dengan jumlah tujuh lalu menghiasi jumlah tujuh tersebut dengan jumlah tujuh yang lain. Agar para ulama mengetahui bahwa sesungguhnya hitungan 'tujuh' di sisi penguasa madharat dan manfaat, merupakan gagasan yang luar biasa dan merupakan hal yang besar.
untuk kelanjutannya...anda bisa ym kami : ferianfauzi
oleh : KH Shobirun,jogjakarta
boedoetbicara@gmail.com

